SAFETY BULLETIN Edisi 213 November 2009
GEMPA BUMI (EARTHRQUAKE)
Bencana alam belakangan ini sering terjadi di Indonesia. Untuk itulah diperlukan pengetahuan serta pemahaman terhadap bencana-bencana alam yang mungkin akan terjadi di masa mendatang. Tulisan berikut akan membahas bencana alam yang sering terjadi dan berdampak besar terhadap manusia. Akhir-akhir ini kita sering dikejutkan oleh fenomena alam yaitu Earthquake atau yang dikenal dengan sebutan Gempa bumi. Gempa bumi adalah suatu keadaan alam yang tidak bisa diduga sebelumnya dan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja yang bisa menyebabkan kerusakan parah pada rumah,gedung,hotel,perkantoran dan lain sebagainya. Terdapat dua teori yang menyatakan proses terjadinya atau asal mula gempa yaitu pergeseran sesar dan teori kekenyalan elastis. Gerak tiba-tiba sepanjang sesar merupakan penyebab yang sering terjadi. Klasifikasi gempa bumi secara umum berdasarkan sumber kejadian gempa:
• Gempa bumi runtuhan :
Melalui runtuhan dari lubang- lubang interior bumi misalnya akibat runtuhnya tambang/batuan
yang menimbulkan gempa.
• Gempa bumi vulkanik :
Akibat aktivitas gunung api.
• Gempa bumi tektonik :
Akibat lepasnya sejumlah energi pada saat bergeraknya Sedangkan klasifikasi gempa.
Sedangkan klasifikasi gempa berdasarkan kedalaman fokus adalah sebagai berikut:
• Gempa dangkal : kurang dari 70 km
• Gempa menengah : kurang dari 300 km
• Gempa dalam : lebih dari 300 km (kadang-kadang > 450 km)
Prediksi Gempa bumi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu
Prediksi tradisional
- Terdapat goyangan- goyangan halus terhadap bangunan bangunan
- Binatang dan burung-burung menunjukan gejala yang tidak normal misalnya gelisah
- Air sumur keruh dan berbau tidak enak
Prediksi dengan peralatan dan metode ilmiah
- Pengetahuan tentang zona seismic dan daerah beresiko yang dipelajari lewat studi dampak historis dan lempeng tektonik
- Memonitor aktifitas seismik dengan menggunakan seismogram dan instrument lain
- Menggunakan observasi ilmiah
- Memonitor tingkat seismic global.
Untuk menghindari terjadinya gempa bumi perlu diperhatikan beberapa faktor yaitu:
- Mengenali apa yang disebut gempa bumi
- Memastikan bahwa struktur dan letak rumah anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan gempabumi (longsor, liquefaction dll)
- Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan anda agar terhindar bahaya gempabumi
Selain itu perlu juga memeprhatikan beberapa aspek yaitu:
Faktor lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja
- Memperhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, apabila terjadi gempabumi, sudah
- Mengetahui tempat paling aman untuk berlindung
- Belajar melakukan P3K
- Belajar menggunakan Pemadam Kebakaran
- Mencatat Nomor Telpon Penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi
Persiapan Rutin pada tempat anda bekerja dan tinggal
- Perabotan (Lemari, Cabinet, dll) diatur menempel pada dinding (di paku/ di ikat dll)
untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi
- Menyimpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah,
agar terhindar dari kebakaran.
- Selalu mematikan air, gas dan listrik apa bila sedang tidak digunakan
Penyebab celaka yang paling banyak akibat kejatuhan material
- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah.
- Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi
(mis: lampu dll).
Selain point-point diatas yang harus diperhatikan juga adalah peralatan, peralatan yang harus ada disetiap bangunan adalah:
- Kotak P3K
- Senter/lampu Battery
- Radio
- Makanan Suplemen dan Air
Berikut ini metode-metode yang dilakukan pada saat terjadi gempa:
a.Jika berada dalam bangunan
- Lindungi kepala dan badan anda dari reruntuhan bangunan (dengan bersembunyi dibawah
meja dll).
- Mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan goncangan
- Berlari keluar apabila masih dapat dilakukan.
b.Jika berada diluar bangunan atau area terbuka
- Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar anda (seperti gedung, tiang listrik, pohon dll).
- Perhatikan tempat anda berpijak hindari apabila terjadi rekahan tanah.
c. Jika anda sedang mengendarai mobil
- Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.
d. Jika anda tinggal didaerah pegunungan
- apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.
e.Jika anda tinggal atau berada di pantai,
- jauhi pantai untuk menghindari terjadinya Tsunami
Berikut ini metode-metode yang dilakukan pada setelah terjadi gempa
a.Jika berada dalam bangunan
- Keluar dari bangunan tesebut dengan tertib.
- Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa.
- Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K.
- Telpon/minta pertolongan apabila terjadi luka parah pada anda atau sekitar anda.
b. Periksa lingkungan sekitar anda
- Periksa apabila terjadi kebakaran.
- Periksa apabila terjadi kebocoran gas.
- Periksa aliran dan pipa air.
- Periksa segala hal yang dapat membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan api dll)
c. Jangan masuk kebangunan yang sudah terjadi gempa,karena kemungkian masih
terdapat reruntuhan.
d. Jangan berjalan disekitar daerah gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih
ada.
e. Mendengarkan informasi mengenai gempa dari radio (apabila terjadi gempa susulan).
Sumber:Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)
Jefri Chandra
HSE Coordinator
PT.National Utility Helicopters