| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
ENVIRONMENTAL BULLETIN Edisi 2
13 November 2009 PENGELOLAAN SAMPAH PADAT Semakin meningkatnya pembangunan di segala bidang, khususnya pembangunan di bidang industri, semakin meningkat pula jumlah limbah yang dihasilkan termasuk yang berbahaya dan beracun yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia,Untuk mencegah timbulnya pencemaran lingkungan dan bahaya terhadap kesehatan manusia serta mahluk hidup lainnya, limbah bahan berbahaya dan beracun harus dikelola secara khusus agar dapat dihilangkan atau dikurangi sifat bahayanya. Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah rumah tangga yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan tikus got dan serangga (lalat, kecoa, lipas, kutu, dan lain-lainnnya) yang membawa kuman penyakit. Limbah padat atau sampah padat merupakan salah satu bentuk limbah yang terdapat di lingkungan. Masyarakat awam biasanya hanya menyebutnya sampah saja. Menurut American Public Health Association, sampah (waste) diartikan sebagai sesuatu yang tidak digunakan, tidak terpakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (American Public Works Association, 1970). Bentuk, jenis dan komposisi sampah padat sangat dipengaruhi oleh tingkat budaya masyarakat dan kondisi alamnya. Sampah padat yang tidak dikelola sebagaimana mestinya terbukti sering menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan pada manusia. Antara lain dari masalah estetik, tersumbatnya saluran air yang dapat menyebabkan banjir, bahaya kebakaran, terjadinya pencemaran lingkungan, hingga meningkatnya penyakit-penyakit yang ditularkan melalui vektor. Oleh karena itu, masalah pengelolaan sampah padat menjadi suatu hal yang sangat penting untuk diselesaikan. Di Indonesia dewasa ini, sedang diupayakan pengelolaan sampah padat dalam rangka menanggulangi pencemaran, mengendalikan penyakit, maupun menciptakan kota bersih dan nyaman. Jenis-Jenis sampah yaitu : sampah organic (mudah busuk) • Sisa makanan; • Sisa sayuran dan kulit buah-buahan; • Sisa ikan dan daging; • Sampah kebun (daun-daunan, rumput, dan sampah yang mu¬dah busuk lainnya). sampah anorganic (tidak mudah busuk) • Kertas; • Kayu; • Gelas/kaca/botol; • Logam (Kaleng); • Kain Perca; • Plastik; Jenis-Jenis Pengelolan Sampah A.PENGOLAHAN SAMPAH PADAT 1. Penumpukan (dumping) Merupakan metode paling sederhana dan sering dipakai di negara berkembang. Biasanya dimanfaatkan untuk menutup lekukan tanah, rawa, jurang. Sampah hanya dibuang dan ditumpuk tanpa penutupan. Ada dua macam, yaitu open dumping (penumpukan terbuka) dan sea dumping (penumpukan di laut). Metode ini banyak menimbulkan masalah pencemaran. ![]() 2. Pengkomposan (composting) Merupakan cara pemusnahan sampah dengan jalan memanfaatkan proses dekomposisi zat organik oleh mikroorganisme pembusuk, pada kondisi tertentu, dalam waktu tertentu yang pada akhirnya menghasilkan bahan berupa kompos/pupuk. Dengan demikian pemusnahan sampah dengan cara ini sangat cocok untuk sampah organik. Pengkomposan dapat dilakukan secara tradisional ataupun modern. ![]() 3. Pembakaran (Incineration) Yaitu pemusnahan sampah dengan jalan membakar sampah dalam suatu tungku pembakaran. Metode ini hanya berlaku untuk sampah padat yang dapat dibakar, dengan alat pembakaran yang disebut incenerator. Incenerator beroperasi pada suhu 1500-1800oF dan dapat mengurangi volume sampah padat hingga 70%. ![]() 4. Sanitasi Dalam Tanah (Sanitary landfill) Merupakan cara pemusnahan sampah dengan cara menimbun dan dipadatkan,kemudian ditutup dengan tanah sebagai lapisan penutup. Hal ini dilakukan terus menerus secara berlapis-lapis. ![]() ’Jagalah Selalu Kebersihan, dan Buanglah Sampah Pada Tempatnya’ Sumber
Jefri Chandra HSE Coordinator PT.National Utility Helicopters [Others HSE Article]
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||