| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
SAFETY BULLETIN
29 Oktober 2009 Melihat Kerugian Akibat kecelakaan Dengan Analogi Gunung Es Salah satu akibat sampingan dari perkembangan teknologi yang merugikan terwujud dalam bentuk kecelakaan. Karena sifat kecelakaan adalah merugikan, oleh karena itu harus dicegah. Timbul suatu pertanyaan “Apakah kecelakaan dapat dicegah?”. Bila diamati dengan seksama, bahwa setiap kecelakaan itu pasti ada penyebabnya maka kecelakaan dapat dicegah. Kecelakaan adalah yaitu suatu kejadian yang yang bisa menyebabkan orang celaka dimana tempat terjadinya bisa dimana saja seperti ditempat kerja,dijalan ataupun dirumah. Kecelakaan terjadi bukan hanya menimbulkan biaya kerugian untuk pengobatan atau biaya asuransi si korban kecelakaan saja. Namun di luar kedua biaya tersebut, ternyata terdapat biaya-biaya lain yang menimbulkan dampak lebih besar. (lihat gambar 1) ![]() Gambar 1 Angka $ 1 (satu dollar), $ 5-50 dan $ 1-3 adalah angka perbandingan kerugian menurut penelitian Frank E. Bird. Angka perbandingan tersebut mengartikan bahwa biaya yang tidak tampak merupakan biaya paling besar. Biaya di atas belum termasuk biaya yang tersembunyi atau biaya tambahan lainnya seperti biaya pengurusan klaim asuransi dan sebagainya. Sekitar tahun 1970 dilakukan studi rasio kecelakaan yang mengakibatkan kerugian fisik maupun harta benda oleh beberapa ahli kecelakaan yang memberikan hasil sebagai berikut.(lihat Gambar 2) ![]() ![]() Gambar 2
Dikemukakan dalam piramida ini bahwa apabila sudah mencapai 600 kali kasus nyaris celaka dan diikuti 30 kali kerusakan barang/harta dan 10 kali kasus kecelakaan maka pasti akan terjadi 1 kali kecelakaan berat atau meninggal. Studi rasio kecelakaan ini sudah banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar didunia termasuk di Indonesia dan hasilnya memang tepat sesuai dengan hasil penelitian para ahli tersebut. Oleh karena itu perlunya mendeteksi secara dini suatu masalah dan segera dilakukan tindakan perbaikan merupakan cara pencegahan agar tidak mencapai kerugian yang besar. Bisa dibayangkan jika seandainya suatu kecelakaan itu terjadi diperusahaan kita yang menimbulkan korban jiwa meninggal dunia bisa dibayangkan sendiri berapa banyak lagi kerugian yang harus ditanggung. ‘’STOP AND DO THE RIGHT THING’’Sumber:Frank E Bird "Lost Control Management"
Jefri Chandra [Others HSE Article]
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||